Menurut profesor Taylor, "penemuan bahwa mahasiswa yang cenderung hidup di malam hari memiliki IPK yang lebih rendah, merupakan penemuan yang sangat penting, ini akan membuka jalan bagi tes psikologi lainnya di masa depan, bersamaan dengan penelitian yang menunjukan bahwa daya ingat akan bekerja lebih baik dengan tidur."
Pada penelitian terpisah, penulis dari Martha Jefferson Hospital Sleep Medicine Center meneliti efek dari jet lag yang disebut dengan circadian advantage, pada persentase kemenangan dari tim Major League Baseball.
Menganalisa 24.000 pertandingan, data yang didapat memperlihatkan bahwa kekurangan tidur berdampak negatif terhadap kesuksesan sebuah tim olahraga. Menurut pimpinan riset tersebut, "besarnya circadian advantage (kekurangan waktu tidur yang disebabkan oleh perbedaan zona waktu) mempengaruhi keberhasilan. Saat tim memiliki circadian advantage sebesar 1 jam dan 2 jam, persentase kemenangan adalah 51,7%. Saat sebuah tim memiliki circadian advantage sebesar 3 jam, persentase kemenangan meningkat menjadi 60,3%."




